Arti Preventif & Penggunaan nya Yang Wajib Kamu Tau di Tahun 2022!

The Pandorian
|
12 January 2022
preventif_arti
 

Penggunaan Bahasa Indonesia bagi seluruh masyarakat Indonesia adalah sebuah hal yang wajar dan tidak asing lagi, sebab meskipun negara tercinta kita ini memiliki beraneka ragam bahasa daerah yang berbeda-beda, tetap saja secara umum kita akan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan pemersatu untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Nah, dari sekian banyak kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang sering kalian gunakan dalam kehidupan sehari-hari, pernahkah kalian mendengar kata preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif? Mungkin bagi sebagian orang kata-kata tersebut terdengar asing atau hanya pernah sekedar dengar saja tanpa tahu maksud dan arti dari kata tersebut. Kalau begitu, untuk menambah wawasan kalian mari simak Arti Preventif dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari (Preventif, Kuratif, Promotif dan Rehabilitatif) yang akan kami bagikan di bawah ini.

Preventif Adalah

preventif_adalah

Kalian pasti pernah dengar kalimat, “Lebih baik mencegah daripada mengobati”, bukan? Maksud dari kalimat tersebut sudah jelas terlihat dimana akan lebih baik bagi kalian untuk mencegah terjadinya suatu hal yang buruk atau tidak baik sebelum benar-benar terjadi guna menghindari dampak yang mungkin muncul setelahnya.

Meskipun jika sudah terlanjur terjadi sebelum sempat dicegah bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Namun, akan lebih baik dan bagus lagi bila kalian bisa mencegahnya sebelum terjadi, sehingga kalian bisa menghindari dan mengurangi kerugian yang mungkin akan kalian hadapi.

Nah, kata ganti lain yang juga bisa kalian gunakan untuk mengekspresikan kata mencegah tersebut adalah kata preventif. Kata preventif sendiri secara sederhana memiliki arti pencegahan atau bila secara terperinci kata preventif bisa diartikan sebagai sebuah tindakan pencegahan yang dilakukan untuk menghindari dan mengurangi segala resiko maupun kerugian atas hal-hal buruk dan tidak baik yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Tindakan preventif alias pencegahan yang dimaksudkan tersebut bisa kalian terapkan dan gunakan untuk berbagai macam hal alias tidak hanya dikhususkan untuk hal tertentu saja, baik itu untuk hal yang kecil dan sepele hingga hal yang besar sekalipun. Karena hal sekecil apapun jika bisa dicegah dan dihindari akan lebih bagus daripada harus memperbaikinya setelah terjadi.

Dengan melakukan tindakan preventif alias pencegahan, kalian akan terhindari dari segala kemungkinan terburuk yang mungkin akan menimpa kalian. Atau paling tidak, kalian bisa mengurangi dampak dan efek dari hal buruk dan tidak baik yang mungkin terjadi tersebut bila sudah melakukan tindakan preventif. Jadi, memang lebih baik dicegah sebelum benar-benar terjadi, bukan? Tindakan preventif juga bisa dilakukan oleh individu secara pribadi maupun secara berkelompok, baik itu untuk kepentingan personal maupun kepentingan orang banyak. Kalian bebas melakukan tindakan preventif apapun yang diperlukan sesuai dengan kepentingan dan keperluan kalian, karena pada dasarnya tindakan preventif adalah sebuah hal yang positif. Jadi, selama dimaksudkan untuk hal baik dan positif, maka tindakan preventif sah-sah saja dilakukan oleh siapapun.

Penggunaan Kata Preventif dalam Keseharian

preventif_dalam_keseharian

Setelah mengetahui arti dari kata preventif, tentu selanjutnya kalian juga perlu mengetahui penggunaan kata preventif dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin banyak dan sering kalian gunakan secara sadar maupun tidak.

Sadar atau tidak, pasti beberapa diantara kalian pernah menggunakan kata preventif ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun intensitas penggunaan kata preventif tidak banyak dan sering, tapi pasti kata preventif ada kalian gunakan. Hal ini mungkin disebabkan karena kata preventif sendiri dianggap masih terlalu asing dan belum terbiasa untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dibandingkan dengan menggunakan kata preventif, orang-orang jauh lebih banyak dan sering menggunakan kata mencegah atau pencegahan ketika sedang membahas dan mendiskusikan sebuah tindakan pencegahan atas suatu hal. Karena kata preventif masih terdengar asing.

Tidak ada yang salah dengan penggunaan kata preventif, mencegah maupun pencegahan, sebab ketiganya memang memiliki arti dan maksud yang sama, bedanya hanya pada nama dan penyebutan saja. Jadi, sebenarnya kalian bebas ingin menggunakan kata preventif, mencegah atau pencegahan.

Selain itu, biasanya dalam kehidupan sehari-hari kata preventif lebih sering digunakan pada situasi dan kondisi tertentu saja. Misalnya seperti pada diskusi yang bersifat formal atau resmi tentang usaha tindakan preventif atau pencegahan suatu kondisi dan situasi yang cukup serius. Maka, pada diskusi tersebut kalian akan lebih sering dan banyak menggunakan kata preventif untuk mengekspresikan pendapat kalian tentang usaha tindakan preventif atau pencegahan yang dimaksud.

Meski begitu, bukan berarti kata preventif tidak bisa digunakan pada diskusi atau percakapan tidak formal atau tidak resmi. Kata preventif tentu tetap bisa kalian gunakan pada diskusi atau percakapan dengan situasi dan kondisi yang tidak formal atau tidak resmi, misalnya seperti dalam keseharian kalian.

Namun, jumlah intensitas penggunaan kata preventif memang jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan diskusi atau percakapan formal atau resmi, karena memang pada dasarnya penggunaan kata preventif lebih sering dan cocok digunakan pada situasi dan kondisi formal.

Sebagai gantinya, kalian akan lebih sering menggunakan kata mencegah atau pencegahan daripada kata preventif ketika sedang berada dalam diskusi atau percakapan yang tidak formal atau tidak resmi yang terkesan lebih santai.

Jadi, intinya penggunaan kata preventif dalam keseharian tetap ada dan bisa digunakan, semuanya terserah dengan kalian yang disesuaikan dengan kenyamanan kalian. Baik kata preventif maupun mencegah dan pencegahan, ketiganya memiliki maksud dan arti yang sama, sehingga kalian hanya perlu menyesuaikan penggunaan kata preventif dengan situasi dan kondisinya saja.

Contoh Tindakan Preventif

Memiliki arti mencegah atau pencegahan, ada banyak hal yang bisa kalian lihat dan jadikan sebagai contoh atas tindakan preventif yang mungkin banyak dan sering dilakukan orang-orang disekitar kalian. Berikut adalah beberapa contoh tindakan preventif yang mungkin pernah dilakukan oleh seseorang baik secara individu maupun berkelompok yang bisa kalian tiru untuk menghindari dan mengurangi resiko atas dampak atau efek buruk yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

preventif_tindakan
  1. Contoh tindakan preventif yang pertama adalah kalian bisa belajar yang rajin dan rutin setiap hari baik di rumah maupun di sekolah agar kalian bisa mendapatkan nilai yang bagus untuk setiap mata pelajaran sekolah.

    Nah, tindakan belajar yang rajin dan rutin tersebut adalah sebuah tindakan preventif agar kalian bisa terhindar dari nilai jelek untuk setiap mata pelajaran sekolah yang kalian miliki. Dengan belajar yang rajin dan rutin, tentu kalian bisa memahami materi pembelajarannya dengan lebih baik lagi, sehingga kemungkinan kalian mendapatkan nilai yang jelek atau tidak bagus menjadi lebih rendah atau mungkin tidak sama sekali.

  2. Contoh tindakan preventif lainnya adalah kalian tidak membuang sampah sembarangan yang tidak pada tempatnya. Buanglah sampah pada tempatnya yang sudah disediakan. Tindakan tidak membuang sampah sembarangan tersebut adalah salah satu dari tindakan preventif terjadinya banjir. Karena salah satu penyebab terjadinya banjir adalah penumpukan sampah pada tempat yang tidak seharusnya, sehingga menyumbat jalannya air hingga bisa menyebabkan banjir.

  3. Menjauhi dan jangan pernah mencoba obat-obatan terlarang juga termasuk sebagai salah satu contoh tindakan preventif, dimana dengan menjauhi dan jangan pernah mencoba obat-obatan terlarang akan mencegah kalian dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba.

  4. Sebab sebagaimana diketahui, bahwa narkoba adalah salah satu hal buruk yang akan memberikan dampak negatif dan tidak baik bagi kalian dan orang-orang disekitar kalian jika sudah terlanjur mengkonsumsinya. Jadi, sebaik mungkin kalian harus menjauhi dan jangan pernah sekali-sekali mencoba narkoba.

  5. Rajin menyikat gigi secara rutin minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi juga termasuk salah satu contoh tindakan preventif, yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan pada gigi, misalnya seperti gigi berlubang, menumpuknya plak atau karang gigi yang bisa menimbulkan masalah pada gigi dan mulut lainnya.

  6. Kalian juga tidak bisa menyepelekan permasalahan kebersihan dan kerusakan pada gigi dan mulut. Sebab bila diabaikan dalam kurun waktu yang lama, gigi dan mulut yang tidak bersih dan rusak tidak hanya mengancam kalian terserang sakit gigi, tetapi juga penyakit serius lainnya. Jadi, sebagai tindakan preventif, rajin dan rutinlah menyikat gigi minimal 2 kali sehari menggunakan pasta gigi.

  7. Contoh tindakan preventif lainnya yang tidak kalah penting untuk kalian tiru adalah dengan menjaga pola hidup sehat, yaitu makan dan istirahat secara teratur. Makanlah ketika memang sudah waktunya dan berikanlah tubuh kalian asupan makanan yang baik bagi tubuh dan tercukupi segala kebutuhannya agar diri kalian kuat melakukan aktivitas sehari-hari.

  8. Selain makan yang teratur, kalian juga wajib istirahat yang cukup. Biasanya kalian akan disarankan untuk memiliki waktu tidur dan istirahat selama 6 hingga 8 jam setiap harinya. Tidur dan istirahat yang cukup akan membuat tubuh kalian menjadi lebih fit dan siap untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

    Karena bila tubuh kalian kekurangan waktu tidur dan istirahat serta tidak makan secara teratur, otomatis tubuh kalian tidak akan kuat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga bisa menghambat pekerjaan kalian.

Beberapa contoh tindakan preventif yang telah disebutkan di atas, pasti ada yang mungkin sudah pernah kalian lakukan, baik secara sadar maupun tidak. Sebab, pada dasarnya manusia selalu berusaha melakukan hal terbaik yang mereka bisa untuk mencegah dan terhindar dari hal-hal buruk dan tidak baik yang mungkin akan menimpa mereka. Jadi, sebelum benar-benar terjadi, maka mereka akan melakukan tindakan preventif terlebih dahulu untuk mencegahnya terjadi.

Apakah Kata Preventif Masuk dalam KBBI?

preventif_kbbi

Banyak bermunculan kata-kata baru sekarang ini tentu membuat kalian terkadang menjadi bingung dan penasaran tentang arti dan maksudnya, bukan? Baik itu kata yang kalian dengar secara langsung ketika sedang berkomunikasi dengan orang disekitar kalian maupun yang kalian baca dan lihat melalui media dan sarana lainnya, seperti di dunia maya lewat media sosial.

Salah satu contohnya adalah kata preventif yang sedang menjadi topik pembahasan pada artikel ini. Dari tadi kami sudah berbagi banyak informasi penting seputar kata preventif, mulai dari arti kata preventif, penggunaan kata preventif dalam keseharian hingga contoh dari tindakan preventif yang bisa kalian tiru dan lakukan. Lalu, apakah kata preventif ini termasuk ke dalam jenis kata yang seperti apa? Jenis kata baku kah atau kata tidak baku? Dan apa kata preventif sudah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau tidak?

Berdasarkan dari informasi yang kami temukan dari berbagai pencarian, kata preventif merupakan jenis kata baku yang sudah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, kata preventif sendiri memiliki arti:

“pre·ven·tif /prévéntif/ a bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa): aturan itu bersifat –“

Maksud dari huruf a pada arti kata preventif menunjukkan bentuk dari kata preventif yang merupakan bentuk kata sifat atau adjektiva. Jadi, dengan ini sudah jelas bahwa kata preventif sudah masuk ke dalam KBBI yang berarti mencegah atau pencegahan agar menghindari atau terhindar dari hal-hal yang buruk dan tidak baik yang tidak diinginkan sebelum terjadi.

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa langsung mengecek keberadaan kata preventif dengan membuka KBBI yang kalian miliki. Atau biar lebih praktis, sekarang kalian bisa mengecek keberadaan kata preventif di KBBI versi digital yang bisa kalian akses secara online melalui situs resmi nya.

Melalui situs resmi KBBI versi digital tersebut kalian bisa dengan mudah dan praktis mengecek segala jenis kata yang kalian inginkan dengan cepat dan lebih lengkap dibandingkan dengan versi cetaknya karena lebih up to date, termasuk kata preventif.

Preventif Sering Digunakan dalam Bidang Apa

preventif_kesehatan

Kebanyakan, preventif sering digunakan dalam bidang sosial dan kesehatan. Sama-sama memiliki arti mencegah atau pencegahan, preventif dalam bidang sosial biasanya digunakan untuk mengantisipasi dan menghindari terjadinya hal-hal buruk dan tidak baik yang berkaitan dengan situasi dan keadaan sosial.

Misalnya, untuk menghindari bencana alam seperti banjir, kalian bisa melakukan tindakan preventif dengan tidak membuang sampah sembarangan, melainkan membuangnya sesuai pada tempat yang telah disediakan. Dengan begitu, tidak akan ada penumpukan sampah yang berlebihan yang bisa menghambat aliran air ketika musim penghujan datang. Sehingga, walaupun curah hujan sedang tinggi aliran airnya akan tetap lancar dan tidak terhambat di satu tempat saja yang otomatis akan mengurangi resiko terjadinya banjir.

Atau kalian juga bisa melakukan tindakan preventif dengan tidak menebang pohon di hutan secara sembarangan tanpa adanya penanggulangan atau penanaman pohon kembali setelah di tebang. Karena bila penebangan pohon di hutan dilakukan secara sembarangan bisa menyebabkan longsor sebab tidak ada lagi yang akan menampung air ketika musim penghujan tiba.

Bila kalian ingin menebang pohon, usahakan kalian juga melakukan tindakan preventif, yaitu menanamkan kembali pohon yang sudah ditebang tadi dengan pohon yang baru agar lahannya tidak kosong dan ada penggantinya. Sehingga kalian bisa mencegah terjadinya longsor yang akan memakan korban jiwa dan kerugian materi yang jauh lebih besar daripada biaya tindakan preventif tersebut.

Sementara itu di bidang kesehatan, preventif digunakan sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari atau mengurangi efek dari suatu penyakit, baik itu penyakit yang ringan atau berat maupun penyakit yang belum terjadi ataupun yang sudah terjadi. Intinya, preventif di bidang kesehatan dilakukan agar kalian terhindar dari penyakit yang mungkin akan menyerang kalian dan memberikan dampak atau efek yang tidak baik untuk kalian.

Untuk lebih mudahnya, sebagai contoh dari tindakan preventif di bidang kesehatan saat ini dunia termasuk Indonesia sedang dilanda pandemi virus Covid-19 yang lebih kurang sudah berlangsung selama hampir 2 tahun. Meski pandemi ini sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, nyatanya hingga sekarang situasi dan kondisinya masih tetap sama dan belum pulih secara keseluruhan.

Guna mengantisipasi dan mengurangi pertambahan orang yang terserang virus Covid-19 tersebut, maka Pemerintah pun melakukan tindakan preventif yang wajib dipatuhi dan dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Tindakan preventif yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19 tersebut adalah dengan melakukan physical distancing atau menjaga jarak fisik dengan orang lain, baik itu di tempat umum seperti sekolah, kantor, mall rumah ibadah maupun di rumah dengan anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan kalian.

Sebagaimana diketahui bahwa penularan virus Covid-19 ditularkan melalui percikan air liur atau droplet. Sehingga kalian disarankan dan diharapkan untuk selalu menjaga jarak dengan siapapun guna mengurangi resiko terkenanya kalian dengan air liur atau droplet orang yang terserang virus Covid-19 tersebut.

Selain melakukan tindakan preventif dengan physical distancing atau menjaga jarak, kalian juga dihimbau untuk selalu mencuci tangan kalian menggunakan sabun setelah menyentuh benda apapun. Sebab, tangan menjadi sumber penyebaran virus dan penyakit yang paling besar. Itu sebabnya, bahkan jauh sebelum virus Covid-19 muncul dan ditemukan kalian selalu diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun hingga bersih sebelum makan karena di tangan kalian terdapat berbagai jenis virus dan kotoran yang bisa menyebabkan kalian sakit jika masuk ke dalam tubuh. Dan juga, pemakaian masker wajah sangat dianjurkan sebagai tindakan preventif agar kalian tidak tertular maupun menularkan virus Covid-19 kepada orang lain. Intinya, kalian harus saling menjaga kesehatan masing-masing agar penyebaran virus Covid-19 di Indonesia bisa berkurang dengan melakukan tindakan preventif yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah.

Kata Lain Selain Preventif (Kuratif, Promotif, dan Rehabilitatif)

preventif_kuratif_promotif_rehabilitatif

Bila ada tindakan preventif atau pencegahan, maka pasti akan ada tindakan lainnya yang dibutuhkan sebagai tindakan lanjutan setelah melakukan pencegahan. Nah, agar lebih mudah bagi kalian memahaminya, kami akan mengambil contohnya di bidang kesehatan.

Dalam bidang kesehatan, setelah dilakukan tindakan preventif sebagai langkah awal dari pencegahan suatu penyakit, maka terdapat beberapa tindakan lanjutan lainnya yang diperlukan untuk menuntaskan pencegahan penyakit tersebut. Beberapa tindakan tersebut antara lain adalah kuratif, promotif dan rehabilitatif. Untuk informasi lebih lengkapnya simaklah penjelasannya di bawah ini.

  1. Tindakan lanjutan setelah preventif yang pertama adalah kuratif. Dalam bidang kesehatan, tindakan kuratif diartikan sebagai tindakan pengobatan atau penyembuhan atas suatu penyakit yang diderita oleh seseorang.

    Tindakan kuratif biasanya dilakukan setelah kalian selesai dengan tindakan preventif yang ternyata tetap kurang bisa dilakukan secara maksimal, sehingga membutuhkan tindakan lanjutan, yaitu tindakan kuratif. Sebab, terkadang meski kalian sudah berusaha melakukan tindakan preventif terbaik yang kalian bisa, pada akhirnya kalian tetap tidak bisa menghentikan penyakit tersebut.

    Namun, bukan berarti kalian harus menyerah dan pasrah. Justru, kalian harus berjuang lebih keras lagi dengan melakukan tindakan kuratif sebagai lanjutan dari tindakan preventif, yaitu menjalani pengobatan atau penyembuhan.

    Tindakan kuratif yang kalian lakukan tersebut dimaksudkan agar penyebaran penyakit yang kalian derita bisa dikurangi agar tidak semakin parah. Tindakan kuratif tersebut meliputi pengurangan rasa sakit yang kalian rasakan hingga berbagai jenis terapi yang perlu dilakukan dalam serangkaian proses pengobatan atau penyembuhan penyakit tersebut.

  2. Setelah menjalani tindakan preventif dan kuratif, yaitu pengobatan dan penyembuhan, maka tindakan lanjutan lainnya yang akan kalian lewati adalah tindakan promotif. Tindakan promotif dalam bidang kesehatan diartikan sebagai peningkatan, dimana setelah kalian menjalani pengobatan dan penyembuhan, kalian juga harus menjalani tindakan peningkatan dalam proses penyembuhan diri kalian.

    Dan pada proses peningkatan ini, kalian diharapkan untuk meningkatkan kesehatan kalian dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asupan gizi yang seimbang. Sebab, dalam proses pengobatan dan penyembuhan tubuh kalian juga memerlukan asupan makanan yang bergizi agar proses pengobatan dan penyembuhannya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, kalian harus meningkatkan kesehatan kalian melalui tindakan promotif ini dan memberikan tubuh kalian asupan makanan yang bergizi dan seimbang.

    Selain memberikan tubuh asupan makanan yang bergizi dan seimbang, dalam menjalani tindakan promotif kalian juga bisa melakukan olahraga secara rutin dan teratur agar tubuh kalian terasa lebih sehat dan segar. Dan juga, dengan berolahraga kalian bisa meningkatkan kondisi dari pikiran dan mental kalian agar lebih sehat lagi, sehingga proses pengobatan dan penyembuhan kalian bisa selesai lebih cepat.
    Karena di dalam tubuh yang sehat juga harus terdapat jiwa yang sehat pula agar peningkatan kesehatan kalian bisa meningkat dengan baik.

  3. Terakhir, setelah serangkaian tindakan preventif, kuratif dan promotif yang sudah kalian jalani di atas, terdapat tindakan penutup yang juga penting untuk dilakukan, yaitu tindakan rehabilitatif.

    Tindakan rehabilitatif diartikan sebagai tindakan pemulihan yang dilakukan sebagai tindakan penutup setelah penyakit yang kalian derita dikatakan sembuh oleh dokter. Pemulihan yang dimaksudkan adalah untuk membuat kalian bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala lagi setelah lelah menjalani serangkaian tindakan ketika kalian sakit.

    Tindakan rehabilitatif atau pemulihan sangat penting dilakukan, terutama bagi kalian yang mengidap penyakit yang cukup serius, dimana proses yang kalian lewat cukup panjang dan berat sehingga menguras banyak tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, agar fisik dan mental kalian bisa kembali stabil seperti sedia kala dan bisa digunakan untuk beraktivitas seperti biasa, diperlukannya tindakan rehabilitatif ini.

Lebih kurang itulah penjelasan seputar Arti Preventif dan Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari (Preventif, Kuratif, Promotif dan Rehabilitatif) yang sudah dirangkum oleh tim kami. Semoga informasi pada artikel ini bisa membantu dan memberikan pengetahuan baru bagi kalian serta bisa bermanfaat.